Okaeri ^^

Welcome to my blog :)

Monday, 29 October 2012

Hidup sehat tanpa minum susu

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu -kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?
“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.
Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis?
Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan “enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.
            Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama karirnya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
              Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.
Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang “jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.
Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.
Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.
Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.
Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak “lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.
Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.


Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan?
Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.
Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi “modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam “lumbung enzim-induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari “lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.
Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.
Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

 

Apa saja makanan yang direkomendasikan? 

Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.
Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan “jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.
Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan “pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan “pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.  
Susu kaleng yg dijual di toko2 sudah mengalami proses homogenisasi dan pasteurisasi (dgn panas hingga 115 C) yang menjadikannya lemak teroksidasi dan merusak enzim. Susu sapi segar bukan untuk anak manusia. Sebenarnya para mamalia juga hanya minum susu sewaktu lahir, tidak ada mamalia dewasa yg masih minum susu. Demikian juga bayi yg baru lahir, sudah memiliki cukup banyak enzim.
Komponen protein utama yg ditemukan dlm susu sapi adalah kasein. Protein ini sangat sulit dicerna oleh manusia. Susu sapi yang mengandung laktosa (zat gula yg hanya tdp dlm susu mamalia) membutuhkan enzim laktase utk menguraikannya. Bayi kebanyakan memiliki enzim ini, namun setelah dewasa akan berkurang, dan itulah alasannya orang dewasa tidak perlu meminum susu.


Pengganti susu bayi?
Bukankah sekarang sudah terdapat banyak susu bubuk dari kedelai, beras merah, kacang hijau, dan berbagai juice buah2an yg manis juga bisa dipakai sebagai pengganti susu.
Selain itu bayi bisa diberi susu soya formula yg banyak terdapat di supermarket. Jika bayi sudah berumur 6 bulan harus dikasih makanan pengganti ASI seperti  buah-buahan dan sayur-sayuran segar (organik is the best),  tahu dan  tempe yang dihaluskan juga baik untuk pertumbuhan bayi.


Anggapan Keliru Susu Sapi Baik untuk Osteoporosis
Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu sapi dan produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil.
Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per hari.
Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi zat asam (acidic) yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung kimia. Untuk menetralisir kadar keasaman (acidity) tersebut, tubuh mengambil kalsium (alkalin) dari tulang.
Sehingga masalah osteoporosis bukanlah bahwa seseorang itu tidak cukup mengasup kalsium. Masalahnya adalah mereka kehilangan kalsium. Dengan demikian, mengasup lebih banyak kalsium ke dalam tubuh bukanlah jawabannya, karena Anda bisa kehilangan lebih banyak daripada yang Anda asup (misalnya dengan tetap memakan daging, gula, dan bahan-bahan kimia lainnya).
Apabila ektra kalsium ini berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi seperti susu, keju dan es krim, itu akan memperburuk keadaan. karena makanan ini adalah pembentuk asam (acid). Makanan-makanan ini menyebabkan tubuh kehilangan banyak kalsium.

Solusi utama adalah membuat tubuh menjadi alkalin.
Dengan memakan lebih banyak sayuran dan menghindari makanan pembentuk asam seperti daging, gula dan bahan-bahan kimia.
Kelihatannya, dokter, ahli gizi dan perusahaan susu adalah keliru bila mereka mengatakan bahwa susu adalah sumber terbaik untuk kalsium. Kandungan kalsium lebih banyak bisa ditemukan di biji-bijian (khususnya biji wijen = sesame seeds) dan rumput laut (jenis hijiki). Biji-bijian ini mengandung 14 kali lebih banyak kalsium dari susu. Selain itu, biji-bijian ini juga pembentuk alkalin, makanan ini menyediakan kalsium tanpa membentuk asam yang menghilangkan kalsium dari tulang. 


Anak sapi dewasa saja tidak minum susu induk sapinya, dan tidak pernah sapi itu menderita osteoporosis.


Mengapa Susu Formula dan Prosuk Susu Hewani menyebabkan Timbulnya Kanker Prostat?
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School1,2) disebutkan bahwa para pria yang rutin mengkonsumsi produk hewani akan memiliki resiko menderita kanker prostat 30% lebih tinggi daripada yang mereka hanya mengkonsumsi separuh gelas per hati.
Mengapa sebenarnya hal itu terjadi? Sementara banyak orang yang mengatakan bahwa susu hewani adalah sebuah makanan sehat tetapi yang terjadi sesungguhnya sangat berbeda. Susu formula selalu difortifikasi dengan kalsium karena sesungguhnya tanpa fortifikasi sendiri susu formula itu sendiri sudah kehilangan begitu banyak kalsium dari proses pemanasannya. Tetapi, parahnya juga, kalisum yang begitu banyak yang diberikan oleh susu formula ke dalam tubuh juga justru mengeliminasi vitamin D yang disebut dengan 1,24 dihydroxyvitamin yang berguna untuk mencegah terjadinya kanker3). Karena itu, produsen susu formula lalu menambahkan vitamin D ke dalam produknya, tetapi lagi-lagi karena perbandingan kalsium yang terdapat di dalamnya terlalu banyak maka justru menghabiskan semua vitamin D yang ada di dalam tubuh.
Selain untuk mencegah kanker, vitamin D juga berfungsi sebagai katalisator penyerapan kalsium ke dalam tulang. Oleh karena itulah antara lain, sesungguhnya, susu formula tidak bisa meningkatkan kadar kalsium tulang, tidak bisa menambahkan kekuatan tulang, tidak bisa menyembuhkan osteoporosis dst, tetapi juga justru menggerogoti dan menyebabhkan kerapuhan tulang karena susu formula bersifat asam. Kondisi asam tubuh merupakan habitan virus kanker untuk bereplikasi.
Kekurangan vitamin D terutama terjadi pola makan yang tidak baik dan juga karena kurang paparan sinar matahari. Dari penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School1,2 di atas terlihat bahwa para pria yang mengkonsumsi lebih dari 6 gelas susu formula (bahkan yang sudah difortifikasi dengan vitamin D) memiliki tingkat kandungan vitamin D dalam tubuh yang lebih kecil ketimbang mereka yang mengkonsumsi kurang dari 2 gelas per hati.
 

Jadi, kenapa tidak berhenti saja mengkonsumsi susu hewani dan produk susu hewani?
Beberapa orang lalu mengatakan, toh banyak orang yang minum susu tiap hari juga tidak apa-apa, mereka juga kelihatan segar dan gemuk serta beraktifitas seperti biasa. Tapi, mari kita amati lebih lanjut, benarkah tidak apa-apa? Benarkah tidak ada ngilu persendian, diabetes, kanker, rambut rontok, rambut terlalu berminyak atau bahkan terlalu kering, sakit lambung, cepat capai, gangguan fungsi seksual, mudah marah dst….?
Tentu semua gejala penyakit itu tidak hanya disebabkan oleh faktor susu, tetapi susu dan produk susu hewani merupakan salah satu pemicu utama semua itu. Faktor usia tentu juga penting, tetapi sakit lambung,  rematik, artritis, osteoporosis, diabetes, kanker bukan disebabkan oleh faktor usia. Apa yang kita konsumsi, aktifitas hidup (apakah kita sudah rutin berolahraga dengan baik)dan cara berpikir merupakan faktor yang jauh lebih penting ketimbang sekedar faktor usia.


Selamat menikmati hidup dengan penuh ceria dan segar bugar sepanjang masa tanpa obat dan tanpa suplemen!




Waspadai Zat Kimia dalam Shampo


Apa itu shampoo?

Sampo adalah sejenis cairan, seperti sabun, yang berfungsi untuk meningkatkan tegangan permukaan kulit (umumnya kulit kepala) sehingga dapat meluruhkan kotoran (membersihkan).  Kegiatan membersihkan kulit kepala dan rambut ini disebut keramas. Pada saat keramas, individu dianggap melakukan perawatan dengan mencuci rambut dan kulit kepala agar bersih dari minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain yang menempel dirambut seiring aktivitas yang dilakukannya.
Dalam pengertian ilmiahnya, sampo didefinisikan sebagai yaitu sediaan yang mengandung surfaktan dalam bentuk yang cocok dan berguna untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada rambut dan kulit kepala agar tidak membahayakan rambut, kulit kepala, dan kesehatan si pemakai.
Sampo pada umumnya digunakan dengan mencampurkannya dengan air dengan tujuan untuk melarutkan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melindungi rambut dan membersihkan kotoran yang melekat.  Namun tidak semua sampo berupa cairan atau digunakan dengan campuran air, ada juga sampo kering berupa serbuk yang tidak menggunakan air.  Sampo kering ini selain digunakan oleh manusia, lebih umum digunakan untuk binatang peliharaan seperti kucing yang tidak menyukai bersentuhan dengan air ataupun anjing. Beberapa industri yang memproduksi sampo atau perawatan rambut umumnya juga mengeluarkan produk kondisioner dengan tujuan untuk mempermudah pengguna sampo menata kembali rambutnya.

Apa itu ketombe?
Ketombe adalah penumpahan kulit pada kulit kepala yang mengarah pada serpihan putih di kepala, leher, dan bahu.
Gejala umum ketombe biasanya munculnya serpihan putih pada rambut. Serpihan tampak berminyak serpihan kulit mati di rambut dan pada bahu dan kulit kepala. Kulit kepala dapat terlalu kering atau berminyak.
Ketombe dapat disebabkan oleh bentuk dari suatu kondisi kulit yang disebut eksim, yang menyebabkan peningkatan penumpahan sel-sel kulit kepala yang normal. Ketombe juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Perubahan hormonal atau musiman juga dapat membuat ketombe parah.
Beberapa hal yang memicu terjadinya ketombe adalah :
  • Umur
    Ketombe biasanya dimulai pada dewasa muda dan berlanjut sampai usia pertengahan. Itu tidak berarti orang dewasa tidak mendapatkan ketombe, namun. Bagi sebagian orang, masalah ketombe dapat berlangsung seumur hidup.
  • Menjadi laki-laki
Karena laki-laki lebih memiliki ketombe, beberapa peneliti berpikir hormon laki-laki mungkin memainkan peran dalam ketombe. Pria juga memiliki lebih besar kelenjar penghasil minyak pada kulit kepala mereka, yang dapat berkontribusi untuk ketombe.
  • Menggunakan minyak rambut
Memiliki kulit berminyak dan rambut berlebihan membuat Anda lebih rentan terhadap ketombe. 
  • Diet
    Jika diet Anda kurang makanan tinggi seng, vitamin B atau jenis lemak tertentu, Anda mungkin lebih cenderung memiliki ketombe.
  • Penyakit tertentu
Untuk alasan yang tidak jelas, orang dewasa dengan penyakit saraf, seperti penyakit Parkinson, lebih mungkin untuk mengembangkan dermatitis seboroik dan ketombe. Jadi orang-orang pulih dari kondisi stres, terutama serangan jantung dan stroke, dan orang-orang dengan bermasalah dengan sistem kekebalan tubuh.

Di TV iklan sampo bisa kita liat setiap hari, mulai dari yang anti ketombe, anti rambut rontok, shampo penghitam rambut dan lain sebagainya. Namun taukah kamu kalau ternyata make sampo keseringan ada juga efek sampingnya lo, tau apa aja efek sampingnya ? Kanker ? yup kanker alias kantong kering hanyalah masalah kecilnya. Dampak yang lebih menakutkan adalah bahan-bahan kimia campuran sampo ternyata beberapa diantaranya berpotensi mematikan sel-sel otak serta sel-sel saraf. Tahukah anda bahwa beberapa sampo dan lotion mengandung bahan kimia methylisothiazolinone (MIT). Bahan kimia ini berfungsi sebagai pencegah dan pembunuh kuman. Namun berdasarkan hasil percobaan terhadap tikus, ternyata bahan kimia ini dapat meyebabkan kematian sel otak dan sel syaraf. Selain itu konsentrasi yang cukup tinggi juga dapat menyebabkan iritasi kulit. Meski belum ada uji lebih lanjut terhadap manusia, namun hasil uji terhadap tikus diatas sebaiknya menjadi bahan pertimbangan kita untuk tidak menggunakan shampo berbahan kimia khususnya yang mengandung bahan kimia methylisothiazolinone (MIT) sering-sering. Alangkah bijak jika sejak sekarang kita menggunakan produk-produk herbal termasuk sampo herbal. Karena produk-produk herbal memiliki khasiat yang tidak kalah ampuh, dan keuntungannya relatif lebih aman di pakai. (Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan the American Society for Cell Biology di Washington, D.C, Amerika Serikat.)


Kita pasti sudah tidak asing dengan produk ini yang setiap hari kita pakai saaat mandi. Sabun cair yang digunakan untuk perawatan rambut (keramas), mencuci rambut dan kulit kepala agar dapat memembersihkan minyak, debu, serpihan kulit, dan kotoran lain dari rambut. Kata sampo sendiri berasal dari bahasa Hindi champo, bentuk imperatif dari champna, “memijat”. Di Indonesia dulu sampo dibuat dari merang yang dibakar menjadi abu dan dicampur dengan air.
Sampo sudah menjadi benda wajib untuk membersihkan rambut. Semua orang tak perlu belajar menggunakannya. Hanya, banyak kesalahan sering dilakukan karena salah dalam pemilihan sampo yang tepat buat rambut dan kepala kita. 

         Sampo selain untuk membersihkan rambut dari kotoran dan minyak juga ada yang buat menghilangkan ketombe, merawat rabut, menegangkan permukaan kulit kepala supaya tidak mudah rontok dan berbagai manfaat lain yang terkandung dalam sampo. Sekarang memang banyak sekali berbagai merek sampo dipasaran yang menawarkan berbagai macam sampo dengan kelebihan masing-masing sampai kita bingung untuk memilih sampo mana yang cocok untuk rambut dan kepala kita.
Namun yang akan kita bahas bukan soal merek mana yang paling bagus dari sekian banyak sampo yang beredar sekarang namun kita akan menjabarkan bahan-bahan kimia yang terkandungan didalam sampo yang sering kita pakai dimana ada bahan-bahan yang baik bagi kita namun tidak sedikit ada yang kurang baik untuk rambut dan kulit kepala kita.

Zat kimia tersebut adalah : 

Bahan pembersih, umumnya berupa sistem surfaktan. Kadang selain surfaktan, ditambahkan pula sedikit booster busa untuk mengubah sifat busa yang dihasilkan surfaktan. Bahan surfaktan yang umum digunakan adalah surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat (juga sering disebut natrium lauret sulfat), natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium. 

Bahan conditioner, biasanya digunakan bahan berupa surfaktan kationik, seperti olealkonium klorida, distearildimonium klorida, dan isostearil etildimonium etosulfat. 

Bahan aditif fungsional, termasuk di dalamnya bahan yang dapat mengontrol viskositas sampo. Dapat dibayangkan apabila sampo terlalu encer, sampo akan sukar dipakai, demikian pula jika sampo, misalnya, sekental pasta gigi. Bahan yang umum digunakan adalah surfaktan amfoterik, seperti kokamidopropil betain atau kokamidopropil hidroksisultain. Aditif lain adalah pengontrol pH, agar sampo mempunyai pH antara 3,5 dan 4,5. 

Pengawet, sampo tanpa pengawet akan merupakan tempat ideal bagi berkembangnya berbagai jenis bakteri. Hal ini akan membuat produknya cepat rusak dan dapat membahayakan kesehatan. Pengawet yang umum digunakan adalah natrium benzoat, paraben, tetranatrium EDTA. 

Bahan aditif estetik, termasuk di dalamnya pewarna, parfum yang membuat sampo enak dipakai. 

Bahan-bahan aktif medis, misalnya beberapa sampo mengandung seng piritionin yang dapat mengobati ketombe, atau pantenol yang penting untuk pertumbuhan rambut dan yang meningkatkan kelembaban rambut.
Selain itu terdapat juga nutrisi yang dicampurkan kedalam sampo dengan berbagai manfaat yang terkandung didalam nutrisi tersebut. 


Beberapa nutrisi yang bagus untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala kita  adalah: 

Vitamin E, yang banyak terdapat dalam kacang-kacang dan biji-bijjian. Vitamin E adalah vitamin yang sangat diperlukan untuk memperindah rambut. Minyak yang menutupi pori-pori dapat dikurangi dengan mengkonsumsi vitamin E. 

Zink, yang banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau seperti bayam 

Biotin, yang banyak terdapat dalam ikan salmon, makarel dan telur. Khasiat telur untuk kesehatan rambut sudah dipercaya berabad-abad lamanya. Bahkan, zaman dulu wanita biasa menggunakan kuning telur untuk merawat keindahan rambutnya.
Sebaliknya, hindari terlalu banyak mengonsumsi kafein dan alcohol karena bisa membuat tubuh kehilangan beberapa mineral penting, seperti zat besi. Sebab kekurangan zat besi akan membuat rambut jadi tipis dan rontok. 

          Tidak semua bahan kimia yang terdapat pada sampo baik untuk rambut dan kulit kepala kita.Terdapat pula bahan-bahan yang dapat berdampak tidak bagus bagi rambut kita maupun kulit kepala kita. Dampak yang menakutkan adalah bahan-bahan kimia campuran sampo ternyata berpotensi mematikan sel-sel otak serta sel-sel saraf. Tahukah anda bahwa beberapa sampo dan lotion mengandung bahan kimia methylisothiazolinone (MIT). Bahan kimia ini berfungsi sebagai pencegah dan pembunuh kuman. Namun berdasarkan hasil percobaan terhadap tikus, ternyata bahan kimia ini dapat meyebabkan kematian sel otak dan sel syaraf. Selain itu konsentrasi yang cukup tinggi juga dapat menyebabkan iritasi kulit.

        Meski belum ada uji lebih lanjut terhadap manusia, namun hasil uji terhadap tikus diatas sebaiknya menjadi bahan pertimbangan kita untuk tidak menggunakan shampo berbahan kimia khususnya yang mengandung bahan kimia methylisothiazolinone (MIT) sering-sering. Alangkah bijak jika sejak sekarang kita menggunakan produk-produk herbal termasuk sampo herbal. Karena produk-produk herbal memiliki khasiat yang tidak kalah ampuh, dan keuntungannya relatif lebih aman di pakai. (Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan tahunan the American Society for Cell Biology di Washington, D.C, Amerika Serikat.)
Jadi kita harus berhati-hati dalam memilih sampo yang baik bagi rambut dan kepala kita. Periksa dahulu kandungan bahan kimia yang terdapat dalam sampo yang akan kita beli jika mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya sebaiknya jangan membelinya. 


Bahan kimia tertentu dalam produk perawatan rambut bisa menyebabkan sakit kepala, mual, kelelahan, dan kanker. Hal ini cukup mengejutkan karena produk tersebut jadi bagian rutin dari perawatan rambut sehari-hari. Dr Nipun Jain, senior konsultan dermatologi, di Sri Balaji Action Medical Institute memberikan tips untuk menghindari bahan kimia berbahaya pada produk rambut, seperti dilansir Healthmeup.

1. Isopropyl alcohol

Isopropyl alcohol adalah pelarut yang ditemukan dalam larutan pewarna rambut dan lotion. Jika terhirup, zat kimia ini dapat mengakibatkan sakit kepala, pusing dan mual.

2. Propylene glycol

Propylene glycol digunakan sebagai bahan dasar pada shampo dan kondisioner rambut. Bahan kimia ini bisa dengan mudah menembus kulit dan menyerap protein di dalamnya. Alhasil, kulit jadi cepat kendur deh.

3. Polyethylene glycol

Polyethylene glycol biasa digunakan pada produk pembersih dan perawatan tubuh. Ternyata, paparan zat ini bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit.

4. Sodium lauryl sulphate (SLS) & Sodium laureth sulphate(SLES)

Dua jenis zat kimia ini mungkin adalah yang paling berbahaya dari semua bahan dalam produk perawatan tubuh. SLS dan SLES umumnya digunakan pada kondisioner rambut. Apa bahayanya? Mereka bisa membatasi pertumbuhan rambut dan menyebabkan kerontokan. SLS juga dapat mengakibatkan katarak ketika diserap oleh kulit. Bahkan, tanpa adanya kontak langsung dengan mata.

5. DEA (diethanolamine), MEA (momoethanolamine) TEA (triethanolamine)

Bahan-bahan kimia ini lazimnya digunakan dalam shampo dan dipercaya dapat memicu munculnya kanker.

6. FD & C Colour pigments

Shampo dan kondisioner banyak mengandung warna buatan dan sintetis agar terlihat lebih menarik. Warna-warna yang digunakan dalam pewarna rambut menyebabkan masalah iritasi dan saraf.

7. Formaldehyde

Bahan kimia ini biasa digunakan dalam shampo dan kondisioner rambut dan bisa menyebabkan alergi, sakit kepala dan kelelahan. Bahkan, zat ini juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sungguh mengejutkan. Siapa sangka, produk rambut yang biasa digunakan sehari-hari mengandung bahan kimia berbahaya. Maka dari itu, perawatan alami menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesehatan rambut. Ingat! Sesuatu yang alami tidak memiliki efek samping, kawan.

Perawatan di rumah dapat membantu Anda mencegah dan menyingkirkan gejala ketombe, diantaranya seperti :
  • Gunakan sampo anti ketombe.
  • Berbagai shampoo yang tersedia, yang mengandung bahan yang berbeda. Mencoba beberapa akan membantu Anda mengetahui sampo antidandruff yang paling efektif bagi Anda. 
  • Gunakan sampo setiap hari untuk mencegah membangun dari sel-sel kulit mati pada kulit kepala Anda 
  • Jika sampo anti ketombe membantu menghentikan untuk sementara tapi kembali masalah ketombe, coba sampo anti ketombe yang berbeda. 
  • Gunakan sampo anti ketombe alternatif lainnya jika Anda khawatir tentang efek dari bahan kimia sampo antidandruff 'pada rambut Anda. 
  • Gosok kulit kepala Anda.
  • Ketika Anda mencuci rambut, biarkan berbusa kemudian bilas. Sabuni kulit kepala Anda dua kali, dan gosok kulit kepala Anda saat keramas. Ini akan membantu mengusir sel berlebih. Berhati-hatilah untuk tidak menggosok penuh semangat bahwa Anda merusak kulit kepala Anda. 
  • Setelah Anda keramas kedua kalinya, biarkan sampo selama 5 menit. Ini akan memberikan waktu sampo anti ketombe untuk bekerja. 
  • Bilas dengan baik. Ini akan membantu menyingkirkan semua sel Anda telah melonggarkan up selama keramas.

Thursday, 4 October 2012

Tugas 1 TI

Ini tugas pertama matkul Teknologi Informasi, aku kurang ahli dalam mengedit foto..
Tapi yaaaa mudah mudahan dapet nilai bagus :D
Amiiinnn...

JET - Look What You've Done

Take my photo off the wall
If it just won't sing for you
'Cause all that's left has gone away
And there's nothing there for you to prove

Oh, look what you've done
You've made a fool of everyone
Oh well, it seems like such fun
Until you lose what you had won

Give me back my point of view
'Cause I just can't think for you
I can hardly hear you say
What should I do, well you choose

Oh, look what you've done
You've made a fool of everyone
Oh well, it seems like such fun
Until you lose what you had won

Oh, look what you've done
You've made a fool of everyone
A fool of everyone
A fool of everyone

Take my photo off the wall
If it just won't sing for you
'Cause all that's left has gone away
And there's nothing there for you to do

Oh, look what you've done
You've made a fool of everyone
Oh well, it seems like such fun
Until you lose what you had won

Oh, look what you've done
You've made a fool of everyone
A fool of everyone
A fool of everyone